Bidang Teknologi Informasi memberi prospek pada bangsa Indonesia yang
tengah dilanda krisis ekonomi. Industri lain saat ini ditandai dengan
pemogokan buruh, pemungutan liar, dan gangguan fisik lainnya. Untuk itu
bisnis Teknologi Informasi atau bisnis lain yang didukung oleh Teknologi
Informasi perlu mendapat perhatian yang khusus karena sifatnya yang
strategis bagi bangsa Indonesia.
Dua aspek penting dalam pengembangan
bisnis yang berhubungan dengan Teknologi Informasi adalah infrastruktur
dan sumber daya manusia (SDM). Selain kedua aspek tersebut, tentunya
masih banyak aspek lain seperti finansial.
Persaingan bisnis yang
semakin ketat di era globalisasi ini menuntut perusahaan untuk menyusun
kembali strategi dan taktik bisnisnya. Jika dilihat lebih mendalam,
ternyata esensi dari persaingan terletak pada bagaimana sebuah
perusahaan dapat mengimplementasikan proses penciptaan produk dan atau
jasanya secara lebih murah, lebih baik, dan lebih cepat dibandingkan
dengan pesaing bisnisnya. Saat ini penerapan teknologi informasi dan
komunikasi diperlukan dalam dunia bisnis sebagai alat bantu dalam upaya
memenangkan persaingan.
a. Pembangunan teknologi informasi dan komunikasi
Pembangunan Teknologi Informasi Perusahaan dilakukan secara
bertahap sebelum sebuah sistem holistik atau menyeluruh selesai
dibangun, hal tersebut disesuaikan dengan kekuatan sumber daya yang
dimiliki. Dalam penerapannya rencana strategis Teknologi Informasi
senantiasa diselaraskan dengan Rencana Perusahaan, agar setiap penerapan
Teknologi Informasi dapat memberikan nilai bagi Perusahaan. Mengacu
kepada Arsitektur Teknologi Informasi Perusahaan pembangunan, penerapan
Teknologi Informasi yang dilakukan dikategorikan sebagai berikut :
•
Aplikasi Teknologi Informasi yang menjadi landasan dari berbagai
aplikasi lain yang ada di dalam Perusahaan antara lain sistem operasi,
basis data, network management dan lain-lain.
• Aplikasi yang
sifatnya mendasar (utility) yaitu aplikasi Teknologi Informasi yang
dipergunakan untuk berbagai urusan utilisasi sumber daya Perusahaan
anatara lain sistem penggajian, sistem akuntansi & keuangan dan
lain-lain.
• Aplikasi Teknologi Informasi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik
Perusahaan terutama yang berkaitan dengan proses penciptaan
produk/jasa yang ditawarkan Perusahaan antara lain Aplikasi Properti,
Aplikasi Forwarding dan Aplikasi Pergudangan.
b. Pemanfaatan teknologi informasi & komunikasi
• Perusahaan sudah pemanfaatkan Teknologi Informasi dalam menunjang
kegiatan operasional dan menunjang bisnis utama yaitu Properti dan Logistik.
•
Perusahaan sudah memiliki aplikasi Teknologi Informasi yang
terintegrasi, didukung sistem jaringan komputer transaksi terlaksana
secara online dari Kantor Pusat hingga Unit Usaha sehingga dapat
mengefisiensikan kegiatan operasional Perusahaan.
Pemanfaatan
Teknologi Informasi yang sudah dilakukan dalam menunjang kegiatan
operasional Perusahaan meliputi bidang-bidang sebagai berikut :
1. Sistem Informasi Akuntansi dan Keuangan
2. Sistem Informasi Properti
3. Sistem Informasi Forwarding.
4. Sistem Informasi Pergudangan.
5. Sistem Informasi SDM
6. Sistem Informasi Poliklinik
7. Aplikasi Audit Internal (Pengawasan SPI)
8. Sistem Persediaan ATK/Cetakan
9. Sistem Inventarisasi Peralatan Kantor
10. Sistem Electronic Data Interchange (EDI) untuk pengiriman dokumen
11. Website dan intranet.
1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud
dari penyusunan makalah ini adalah sebagai sarana pemenuhan tugas mata
kuliah system informasimanajemen. Dan diharapkan makalah ini juga dapat
dipakai sebagai bahan tambahan pengetahuan tentang “PERANAN TEKHNOLOGI
INFORMASI DALAM DUNIA BISNIS” untuk para pembaca pada umumnya dan untuk
penulis sendiri pada khususnya.
1.3. Ruang Lingkup
Agar masalah
yang dibahas tidak melebar, disini penulis membatasi penulisan makalah
ini sekitar tekhnologi informasi dalam bisnis, khususnya penerapan
teknologi informasi dalam bisnis.
2.1. Sejarah
Belakangan ini kita banyak mendengar kemajuan di bidang
informasi, telekomumikasi dan teknologi informasi yang begitu pesat yang
berorientasi pada teknologi informasi. Dengan semakin gencarnya
globlalisasi dunia saat ini, maka teknologi informasi juga semakin marak
pada kehidupan masayarakat.
Bagi masyarakat yang masih awam akan
teknologi informasi wajib mengenal dan mempelajarinya agar dapat
menyesuaikan dengan tren yang berkembang.Teknologi informasi dibuat
untuk memudahkan para penggunanya dalam mencatat suatu transaksi,
menyimpannya dalam bentuk data, mentransformasikannya menjadi informasi
dan menyebarkannya kepada para pemakai informasi. Dalam dunia bisnis
teknologi informasi mempunyai pengaruh yang nyata, transaksi bisnis
dicatat secara on-line, diolah dan pada saat yang hampir bersamaan
(real-time) hasil pengolahan atau informasi dapat dilihat, seperti yang
lazim dilakukan para nasabah bank pada saat melakukan transaksi pada ATM
(automated teller machine).Pada saat ini informasi menjadi hal yang
sangat penting dalam kegiatan bisnis, dengan dukungan teknologi
informasi, informasi semakin mudah diperoleh tanpa dibatasi ruang dan
waktu. Pada era tahun 70-an seorang pakar manajemen memprediksi bahwa
siapa yang menguasai sumber daya manusia dan informasi akan menguasai
dunia. Hal ini dapat dibuktikan bahwa menjelang abad ke 21 negara-negara
dan perusahaan-perusahaan yang unggul adalah mereka yang sejak awal
sudah menerapkan teknologi informasi sebagai alat untuk berkompetisi.
Teknologi
informasi sudah menjadi senjata (alat) dalam proses bisnis perusahan
yang dapat membuat aliran informasi berjalan secara cepat secara
internal maupun eskternal. Teknologi informasi memiliki banyak peranan
dalam membantu manusia dan memecahkan masalah. Membantu Manusia dalam :
meningkatkan produktivitas, meningkatkan efektivitas, meningkatkan
efisiensi, meningkatkan mutu, meningkatkan kreativitas, Problem solving
(pemecahan masalah).
Masalah dimengerti sebagai perbedaan antara
kondisi yang terjadi dengan kondisi yang diinginkan. Problem solving
adalah mengenali sebuah masalah, mengidentifikasi alternatif pemecahan
masalah dan berhasil menerapkan solusi yang dipilih. Teknologi
infrormasi banyak membantu manusia dalam mengenali dan memecahkan
masalah.
Kegunaan utama teknologi infrormasi adalah membantu dalam
pemecahan masalah dengan kreativitas tinggi dan membuat manusia semakin
efektif dalam memanfaakannya. Prinsip “High-tech / high-touch” adalah
semakin “high-tech” teknologi informasi yang kita pertimbangkan, semakin
penting untuk mempertimbangkan aspek “high-touch” dari teknologi
informasi tersebut yaitu aspek manusia. Jangan meminta manusia untuk
menyesuaikan dengan teknologi tetapi sesuaikan teknologi dengan manusia.
Tanggung
jawab pemakai teknologi informasi akan memberikan peran yang penting
dalam memaksimalkan kinerja teknologi informasi. Peran yang dimainkan
pemakai adalah tahu cara menggunakan teknologi informasi dan
keterbatasannya dalam berbagai situasi, pemakai harus dapat menggunakan
teknologi informasi dengan benar dan beretika sehingga tidak melanggar
hak, privasi dan keberadaan orang lain, pemakai harus melindungi data
dan informasi yang berada di dalam sistem komputer atau yang dikirim
melalui jaringan, dari kehilangan dan kerusakan.
2.2. Usulan Peningkatan Peran Teknologi dan komunikasi
Kegiatan
jasa pelayanan logistik mengintegrasikan usaha pelayanan forwarding dan
pergudangan baik gudang berikat maupun gudang umum serta depo kontainer
ke dalam mata rantai sistem total logistik (Total Logistik System),
meliputi :
• Jasa pengurusan dokumen ekspor/impor;
• Jasa angkutan barang;
• Jasa bongkar muat; dan
• Jasa sewa gudang/lapangan dan depo kontainer.
2.3. Peran teknologi informasi dibidang jasa logistik.
Teknologi
Informasi sebagai tulang punggung manajemen supply chain, konsep
manajemen supply chain tidak dapat dipisahkan dari perkembangan
teknologi informasi (TI). Bahkan, kalau dilihat dari sejarahnya, justru
kemajuan teknologi inilah yang melahirkan prinsipprinsip dasar dari
manajemen supply chain. Alasannya cukup sederhana, yaitu karena esensi
dari pengintegrasian berbagai proses dan entitas bisnis di dalam domain
manajemen supply chain adalah melakukan share terhadap informasi yang
dimiliki dan dihasilkan oleh berbagai pihak .
A. Perspektif Teknis
Dilihat dari sisi teknis, ada dua fungsi dari teknologi informasi yang harus dipenuhi, yaitu :
1. Fungsi penciptaan
Aspek-aspek yang harus dapat dilakukan oleh teknologi informasi adalah sebagai berikut :
•
Teknologi informasi harus mampu menjadi sarana untuk mengubah
fakta-fakta atau kejadian-kejadian sehari-hari yang dijumpai dalam
bisnis perusahaan ke dalam format data kuantitatif. Ada dua cara umum
yang biasa dipergunakan, yaitu secara manual dan otomatis. Yang dimaksud
dengan manual adalah dilibatkannya seorang user untuk melakukan data
entry terhadap fakta-fakta relevan didalam aktivitas sehari-hari yang
dipandang perlu direkam. Misalnya catatan pengeluaran keuangan, keluhan
pelanggan, pesanan konsumen, pengeluaran barang dari gudang dan
lain-lain. Sedangkan yang dimaksud dengan cara otomatis disini adalah
jika berbagai teknologi dipergunakan sebagai alat untuk merekam fakta
dan mengubahnya menjadi data tanpa harus melibatkan unsur manusia
sebagai data entry. Contohnya adalah penggunaan barcode untuk kode
barang, smart card untuk data pelanggan, scanner untuk mencatat
kendaraan dipintu gerbang kawasan.
• Teknologi harus mampu mengubah
data mentah yang telah dikumpulkan menjadi informasi yang relevan bagi
setiap penggunanya yaitu manajemen staf, konsumen, mitra bisnis, pemilik
perusahaan, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
• Tugas
teknologi informasi selanjutnya adalah mengolah informasi yang diperoleh
dengan berbagai konteks organisasi yang ada menjadi sebuah knowledge
yang dapat diakses oleh semua pihak di dalam perusahaan.
• Akhirnya,
kumpulan dari knowledge yang diperoleh dan dipelajari selama perusahaan
beroperasi akan menjadi suatu bekal “kebijaksanaan” (wisdom) yang tidak
ternilai harganya. Wisdom yang diperoleh merupakan hasil dari
pembelajaran sebuah organisasi yang akan menjadi identitas perusahaan
dimasa mendatang.
2. Fungsi penyebaran
Terhadap entitas fakta,
data, informasi, knowledge, dan wisdom tersebut, teknologi informasi
memiliki fungsi-fungsi yang berhubungan dengan aspek penyebaran sebagai
berikut :
• Gathering. Teknologi informasi harus memiliki
fasilitas-fasilitas yang mampu mengumpulkan entitas-entitas tersebut dan
meletakannya di dalam suatu media penyimpanan digital.
• Organising.
Untuk memudahkan pencarian terhadap entitasentitas tersebut dikemudian
hari, teknologi informasi harus memiliki mekanisme baku dalam
mengorganisasikan penyimpanan entitas-entitas tersebut di dalam media
penyimpanan.
• Selecting. Disaat berbagai pihak di dalam perusahaan
membutuhkan entitas entitas tersebut, teknologi informasi harus
menyediakan fasilitas untuk memudahkan pencarian dan pemilihan.
Teknologi portal merupakan salah satu cara yang sedang digemari oleh
perusahaan dalam memecahkan permasalahan ini.
B. Perspektif Manajerial
Dilihat
dari sisi bisnis dan manajerial, terutama dalam kaitannya dengan
manajemen supply chain, ada empat peranan yang diharapkan oleh
perusahaan dari implementasi efektif sebuah teknologi informasi, yaitu :
1. Minimize risk
Setiap bisnis memiliki risiko , terutama berkaitan dengan factorfaktor
keuangan. Pada umumnya risiko berasal dari ketidakpastian dalam berbagai
hal dan aspek-aspek eksternal lain yang berada diluar control
perusahaan. Saat ini berbagai jenis aplikasi telah tersedia untuk
mengurangi risiko-risiko yang kerap dihadapi oleh bisnis seperti
forecasting, financial advisory, planning expert dan lain-lain.
Kehadiran teknologi informasi selain harus mampu membantu perusahaan
mengurangi risiko bisnis yang ada, perlu pula menjadi sarana untuk
membantu manajemen dalam mengelola risiko yang dihadapi.
2. Reduce costs
Peranan
teknologi informasi sebagai katalisator dalam berbagai usaha
pengurangan biaya-biaya operasional perusahaan pada akhirnya akan
berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan. Sehubungan dengan hal
tersebut biasanya ada empat cara yang ditawarkan teknologi informasi
untuk mengurangi biaya-biaya kegiatan operasional yaitu :
• Eleminasi
proses. Implementasi berbagai komponen teknologi informasi akan mampu
menghilangkan atau mengeliminasi proses-proses yang dirasa tidak perlu.
Contoh call center untuk menggantikan fungsi layanan pelanggan dalam
menghadapi keluhan pelanggan.
• Simplifikasi proses. Berbagai proses
yang panjang dan berbelit-belit (birokratis) biasanya dapat
disederhanakan dengan mengimplementasikan berbagai komponen teknologi
informasi. Contoh order dapat dilakukan melalui situs perusahaan tanpa
perlu datang ke bagian pelayanan order.
• Integrasi proses. Teknologi
informasi juga mampu melakukan pengintegrasian beberapa proses menjadi
satu sehingga terasa lebih cepat dan praktis (secara langsung akan
meningkatkan kepuasan pelanggan juga).
• Otomatisasi proses.
Mengubah proses manual menjadi otomatis merupakan tawaran klasik dari
teknologi informasi. Contoh scanner untuk menggantikan fungsi mata
manusia dalam meletakan dan mencari barang digudang.
3. Add Value
Peranan
selanjutnya dari teknologi informasi adalah untuk menciptakan value
bagi pelanggan perusahaan. Tujuan akhir dari penciptaan value tidak
sekedar untuk memuaskan pelanggan, tetapi lebih jauh lagi untuk
menciptakan loyalitas sehingga pelanggan tersebut bersedia selalu
menjadi konsumennya untuk jangka panjang.
4. Create new realities
Perkembangan teknologi informasi terakhir yang ditandai dengan pesatnya
teknologi internet telah mampu menciptakan suatu arena bersaing baru
bagi perusahaan, yaitu di dunia maya. Berbagai konsep e-business semacan
e-commerce, eprocurement e-customer, e-loyalty, dan lain-lainnya pada
dasarnya merupakan cara pandang baru dalam menanggapi mekanisme bisnis
di era globalisasi informasi.
C. Konsep sistem informasi terpadu
Konsep
menajemen supply chain memperlihatkan adanya proses ketergantungan
antara berbagai perusahaan yang terkait di dalam sebuah system bisnis.
Semakin banyak perusahaan yang terlibat dalam rantai tersebut, akan
semakin kompleks strategi pengelolaan yang perlu dibangun. Jika
diperharikan dengan seksama, didalam sebuah perusahaan ada tiga aliran
entitas yang harus dikelola dengan baik yaitu :
(1) aliran produk dan jasa (flow of products and services);
(2) aliran uang (flow of money);
(3) aliran dokumen (flow of documents)
Yang
dimaksud dengan system informasi terpadu disini adalah sebuah system
yang terdiri dari berbagai komponen data, aplikasi, dan teknologi yang
saling berkaitan untuk mendukung kebutuhan informasi perusahaan
2.4. Internetisasi
Perkembangan
teknologi komputer dan telekomunikasi telah berhasil menciptakan
infrastruktur informasi baru yang dikenal dengan istilah internet.
Infrastruktur ini meliputi serangkaian jaringan elektronik yang
bermanfaat dalam memfasilitasi transfer informasi dan komunikasi
interaktif, diantaranya jaringan telepon, jaringan kabel (cable
networks), jaringan selular, satelit, jaringan intra-komputer korporasi
dan bisnis. Dalam konteks bisnis, internet membawa dampak
transpormasional yang menciptakan paradigma baru dalam berbisnis, berupa
digital marketing atau internet marketing (cyber marketing, electronic
marketing). Istilah internetisasi mengacu pada proses sebuah perusahaan
terlibat dalam aktivitas-aktivitas bisnis secara elektronik (ecommerce
atau e-bisnis), khususnya dengan memanfaatkan internet sebagai media,
pasar, maupun infrastruktur penunjang. Definisi ecommerce bisa ditinjau
dari 5 perspektif : online purchasing, digital communication, service,
business process, dan market-of-one perspectives.
PERSPEKTIF DEFINISI E-COMMERCE
1. Online purchasing perspective
Sistem yang memungkinkan pembelian dan penjualan produk dan informasi melalui internet dan jasa online lainnya.
2. Digital communication perspective
Sistem yang memungkinkan pengiriman informasi digital, produk, dan jasa pembayaran online.
3. Service perspective
Sistem
yang memungkinkan upaya menekan biaya, menyempurnakan kualitas produk
dan informasi instant terkini; dan meningkatkan kecepatan penyampaian
jasa.
4. Business process perspective
Sistem yang memungkinkan otomatisasi transaksi bisnis dan aliran kerja.
5. Market of one perspective
Sistem
yang memungkinkan proses customization produk dan jasa untuk
diadaptasikan pada kebutuhan dan keinginan setiap pelanggan secara
efisien.
2.5. Penerapan e-Commerce
Salah satu yang paling
menonjol perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis adalah
pengenalan e-commerce.E-commerce menyediakan kesempatan bagi organisasi
menakjubkan untuk memperluas seluruh dunia pada biaya kecil.E-commerce
adalah hanya didefinisikan sebagai pembelian, penjualan, dan bertukar
produk, jasa, dan informasi melalui jaringan komputer, terutama
internet. Manfaat dan dampak e-commerce telah membawa tidak hanya untuk
organisasi, tetapi pelanggan dan masyarakat.Hari ini perusahaan kecil
sekarang memiliki kesempatan untuk bersaing dengan perusahaan besar,
konsumen toko dari rumah atau lokasi manapun 24 jam sehari, dan individu
bekerja di rumah, di mana membantu perekonomian dengan sedikit lalu
lintas.Online advertising telah meningkatkan keuntungan banyak
organisasi secara besar-besaran dengan memungkinkan perusahaan untuk
mencapai jumlah konsumen yang luas dengan harga lebih murah.
Teknologi
Informasi tidak hanya membawa manfaat dalam organisasi,tetapi kepuasan
pelanggan juga meningkat dengan pelaksanaan Internet.Hari ini, pelanggan
lebih berpengetahuan tentang kualitas dan ketersediaan produk yang ada
di pasar yang bersaing.Melalui penggunaan internet dan perdagangan
elektronik,konsumen dapat menemukan ribuan produk dan mencari kualitas
terbaik dan harga.Banyak perusahaan juga memiliki on-line membantu,
misalnya, jika Anda ingin membeli sebuah televisi on line dan
membutuhkan pertanyaan yang diajukan, Anda bisa cukup klik pada "on-line
membantu" icon dan seseorang akan segera membantu Anda.Sebelum IT
dilaksanakan, mengambil persediaan dan penjadwalan untuk bahan-bahan
untuk datang mengambil banyak pengambilan keputusan dan
perencanaan.Sebuah perusahaan tidak ingin memiliki kelebihan dari bahan
baku ware-rumah mereka, atau tidak cukup bahan. waktu pendekatan
persediaan membantu masalah itu dengan menjadwalkan bahan-bahan untuk
tiba di gudang kapan tepatnya diperlukan.Dengan demikian manajer puas
karena mengurangi biaya dan alur kerja telah ditingkatkan.Selain itu,
konsumen tidak menunggu untuk sebuah produk yang seharusnya dikirim dua
hari yang lalu.
Kita tahu etika didefinisikan sebagai apa yang benar
dan yang salah, tetapi karena teknologi informasi cukup baru dan cepat
berubah, sulit untuk menetapkan aturan standar etika. Telah dipahami
bahwa teknologi komputer memiliki dampak yang kuat pada masyarakat dan
percaya untuk melonggarkan nilai-nilai moral. Sebagai contoh, banyak
informasi yang mengalir melalui internet itu dianggap salah dan
mengganggu secara moral masyarakat kita.Dengan demikian,kode etik yang
berkaitan dengan teknologi komputer sangat diperlukan.Ada banyak masalah
yang telah menimbulkan melalui teknologi informasi.
Aplikasi
e-Commerce ditopang oleh berbagai infrastruktur sedangkan
implementasinya tidak lepas dari 4 wilayah utama yaitu manusia,
kebijakan public, standard dan protokoler teknis, serta organisasi lain.
Manajemen e-Commerce-lah yang akan mengkoordinasikan aplikasi,
infrastruktur dan pilar-pilarnya. Pilar orang terdiri dari pembeli,
penjual, perantara, jasa, orang, system informasi dan manajemen. Pilar
kebijakan publik meliputi pajak, hokum dan isu privasi. Pilar standar
teknis mencakup dokumen, keamanan dan protocol jaringan dan system
pembayaran. Sedangkan pilar organisasi adalah partner, pesaing, asosiasi
dan pelayanan pemerintah.
2.6. Konsep E-Commerce
Bagi pihak
konsumen, menggunakan E-Com dapat membuat waktu berbelanja menjadi
singkat. Tidak ada lagi berlama-lama mengelilingi pusat pertokoan untuk
mencari barang yang diinginkan. Selain itu, harga barang-barang yang
dijual melalui E-Com biasanya lebih murah dibandingkan dengan harga di
toko, karena jalur distribusi dari produsen barang ke pihak penjual
lebih singkat dibandingkan dengan toko konvensional. Online shopping
menyediakan banyak kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan cara
belanja yang konvensional. Selain bisa menjadi lebih cepat, di internet
telah tersedia hampir semua macam barang yang biasanya dijual secara
lengkap. Selain itu, biasanya informasi tentang barang jualan tersedia
secara lengkap, sehingga walaupun kita tidak membeli secara on-line,
kita bisa mendapatkan banyak informasi penting yang diperlukan untuk
memilih suatu produk yang akan dibeli Mekanisme E-Commerce Pembeli yang
hendak memilih belanjaan yang akan dibeli bisa menggunakan ‘shopping
cart’ untuk menyimpan data tentang barang-barang yang telah dipilih dan
akan dibayar. Konsep ‘shopping cart’ ini meniru kereta belanja yang
biasanya digunakan orang untuk berbelanja di pasar swalayan. ‘Shopping
cart’ biasanya berupa formulir dalam web, dan dibuat dengan kombinasi
CGI, database, dan HTML. Barang-barang yang sudah dimasukkan ke shopping
cart masih bisa di-cancel, jika pembeli berniat untuk membatalkan
membeli barang tersebut.Jika pembeli ingin membayar untuk barang yang
telah dipilih, ia harus mengisi form transaksi. Biasanya form ini
menanyakan identitas pembeli serta nomor kartu kredit. Karena informasi
ini bisa disalahgunakan jika jatuh ke tangan yang salah, maka pihak
penyedia jasa e-commerce telah mengusahakan agar pengiriman data-data
tersebut berjalan secara aman, dengan menggunakan standar security
tertentu. Setelah pembeli mengadakan transaksi, retailer akan
mengirimkan barang yang dipesan melalui jasa pos langsung ke rumah
pembeli. Beberapa cybershop menyediakan fasilitas bagi pembeli untuk
mengecek status barang yang telah dikirim melalui internet.
2.7. Kemitraan bisnis Internasional
Perkembangan
teknologi dan tantangan kompetisi yang mengikuti arus globalisasi pasar
menyebabkan banyak perusahaan terjun ke dalam kemitraan bisnis
internasional. Arus globalisasi yang memberikan tantangan persaingan
yang lebih ketat terhadap perusahaan yang berkecimpung dipasar
internasional telah membuat perusahaan menjadi semakin perlu untuk
saling bermitra agar mendapatkan posisi yang lebih kuat di pasar. Selain
itu, perkembangan teknologi dan kemajuan dibidang teknologi informasi
& komunikasi, transportasi membuat kemitraan menjadi lebih mudah
dilakukan.
2.8. Efek Pada TI Dunia Usaha
Cara lain teknologi
informasi adalah bisnis mempengaruhi web conferencing.Bisnis yang
menggunakan web conferencing untuk menjauhkan diri dari memakan waktu
dan mahal perjalanan.Web conferencing juga dapat meningkatkan pelatihan
staf dan interaksi dengan klien.Contoh bagaimana web conferencing
digunakan ketika seorang CEO memberikan live video dan audio berbicara
kepada karyawan atau pemasok yang menonton pada komputer mereka.CEO
dapat membahas strategi pemasaran, menampilkan slide Power Point, pergi
atas keuangan perusahaan, dan berbicara tentang kampanye periklanan di
masa mendatang. Semua ini dapat dilakukan tanpa harus memesan tiket
pesawat dan kamar hotel, menyewa mobil, dan menggunakan rekening
pengeluaran.Pengecer telah menemukan bahwa rekaman elektronik penjualan
dapat mempersingkat transaksi bisnis. Hukum perusahaan dan lembaga
pemerintah telah menemukan bahwa dokumen-dokumen penting dapat disimpan
secara elektronik. Hal ini akan mengurangi biaya penyimpanan surat-surat
tersebut secara fisik. Hal ini juga menghemat ruang fisik di lingkungan
kerja. Bank dan lembaga keuangan telah menghilangkan dokumen dan
mempercepat proses pemindahan dana dengan mentransfer dana secara
elektronik. Perusahaan manufaktur dapat berkomunikasi dengan pemasok dan
pelanggan melalui extranet. Interaksi seperti itu telah mengurangi
kesalahan manusia dan memperkuat hubungan antara pemasok dan pelanggan.
Pengangkutan perusahaan seperti FedEx dan UPS telah menggunakan
teknologi untuk memungkinkan pelanggan mereka untuk melacak paket dengan
menggunakan Internet. Aksesibilitas merupakan salah satu karakteristik
TI. Pelanggan dapat dengan mudah menemukan informasi tentang produk atau
layanan pada situs web di seluruh internet.Ini bisa menjadi masalah.
Bisnis sekarang mengakui bahwa aksesibilitas tersebut dapat
disalahgunakan. Komputer dapat hacked untuk menemukan dokumen pribadi di
perusahaan milik. Oleh karena itu, keamanan informasi yang tersimpan
secara elektronik adalah berkembangnya kekhawatiran. Juga, perusahaan
yang berpartisipasi dalam transaksi online harus memiliki surveilans
untuk setiap transaksi.Kesempatan untuk perbaikan melalui teknologi
informasi telah tumbuh secara eksponensial. Setelah ledakan teknologi
tahun 1990-an, fokus yang belum pernah terjadi sebelumnya kini telah
dilatih pada pemasok TI. Studi empiris di negara-negara Eropa telah
menunjukkan dampak TI dan praktik e-bisnis di anak perusahaan terletak
di sana. Menyadari perusahaan-perusahaan kecil sedikit perbaikan dalam
operasi sehari-hari dari pengenalan teknologi informasi baru. Namun,
karena skala ekonomi, perusahaan besar yang mendapatkan keuntungan dari
inovasi TI. Produktivitas dan efisiensi biaya meningkat. Manajer
sekarang menyadari bahwa TI adalah area di mana bisnis dapat mempercepat
proses, menghilangkan kertas kerja, meningkatkan kualitas output,
mengurangi biaya penyimpanan, dan meningkatkan pengetahuan yang dibagi
antara pelanggan, pemasok, dan perantara.
Menurut para ahli
teknologi informasi ada perubahan dalam lingkungan TI yang sedang
berlangsung.Dalam tahun-tahun formatif pengembangan IT, komputer dan IT
pemasok adalah driver di balik perubahan dan inovasi. Oleh karena itu,
vendor IT TI untuk mendorong pertumbuhan yang eksplosif dan sukses dalam
sepuluh tahun terakhir. Menurut pakar IT, "IT pelanggan tidak lagi
perlu untuk meningkatkan TI untuk kepentingannya sendiri. Sekarang
alasan teknologi yang mereka butuhkan adalah untuk membuat bisnis mereka
lebih baik".Eksekutif dan manajer telah menyadari bahwa TI adalah cukup
fleksibel untuk dapat dibentuk agar sesuai dengan berbagai ukuran dan
jenis bisnis apapun.
Setiap industri harus berbaur IT agar sesuai
dengan spesifikasi. Satu industri yang lebih menekankan pada IT adalah
kesehatan. Biaya kesehatan telah terus meningkat selama beberapa dekade.
Beruntung bagi industri kesehatan TI dimaksudkan untuk membantu
memecahkan masalah biaya dan masalah lain Kualitas, biaya, dan isu-isu
pelayanan kesehatan mengancam. Rumah sakit dan klinik mulai berinvestasi
di infrastruktur TI tahun lalu. Untuk sebagian besar, penyedia layanan
kesehatan belum melihat kualitas, produktivitas, dan pengambilan
keputusan perbaikan mereka diharapkan dari implementasi IT. Untuk alasan
ini, administrator mulai mempertanyakan nilai sebenarnya TI untuk
industri kesehatan. Nilai TI dalam bisnis dapat diukur dalam tiga
dimensi. Dimensi pertama adalah hubungan antara investasi IT untuk
proses bisnis inti. TI harus dapat membuat perbedaan bagi keunggulan
kompetitif suatu organisasi. Dimensi kedua adalah bahwa dari hubungan
investasi TI kepada pelanggan. Jika teknologi dalam sistem kantor depan
(seperti memesan mesin), maka akan terpisahkan dalam menentukan bagi
pelanggan apakah / pengalamannya itu menguntungkan atau tidak. Dimensi
ketiga adalah bahwa tujuan bisnis yang investasi TI dibuat.
Alasan
bahwa sebagian besar investasi IT tidak membawa kembali jenis
dibayangkan oleh eksekutif dalam kesehatan adalah bahwa investasi IT
belum secara tradisional dibuat untuk mendukung bisnis inti
kompetensi.Selama bertahun-tahun sistem back office, seperti Sumber Daya
Manusia, Penagihan, dan Gaji, telah otomatis untuk memotong biaya dan
meningkatkan produktivitas. Sekarang sistem kantor depan akan mengurus
pendaftaran dan penjadwalan di tingkat peningkatan. Efek awal harus
lebih baik layanan pelanggan. Administrator kesehatan berusaha untuk
meningkatkan bisnis mereka dengan meningkatkan produktivitas,
meningkatkan kualitas, dan meningkatkan layanan.Untuk meningkatkan
produktivitas sederhana, tugas-tugas yang berulang-ulang otomatis.
Konsolidasi fungsi tertentu adalah mungkin. Sistem komputer juga
mendukung pelaporan informasi. Hal ini memungkinkan pengguna untuk
mengakses lebih banyak informasi untuk membuat keputusan bersama. Untuk
meningkatkan sistem informasi kualitas merekam dan mendistribusikan
laporan.Tanda otomatis sekarang sedang dipertimbangkan untuk digunakan
oleh para dokter dan perawat. Layanan ini dapat ditingkatkan melalui
responsif, kustomisasi, dan ketersediaan. Ide umum adalah untuk memenuhi
harapan pelanggan.Call center sedang dikembangkan di rumah sakit untuk
mengukur kepuasan pelanggan.Telah menyediakan informasi transfer ke
negara-negara lain di mana pun di dunia dalam hitungan menit.Orang-orang
mengandalkan pada e-mail untuk laporan mereka, memo, perdagangan luar
negeri, kampanye pemasaran, dan semua macam surat transfer.Orang dan
bisnis dapat beroperasi lebih cepat dan lebih efisien menggunakan e-mail
daripada layanan pos, yang dapat mengambil minggu untuk menerima.
Komputer
telah membawa lingkungan bisnis ke tingkat yang baru operasi. Ada
perubahan berkesinambungan dalam teknologi yang sedang terjadi, dan jika
organisasi tidak mempercepat dengan perubahan ini dan lingkungan yang
kompetitif, mereka bisa mengucapkan selamat tinggal. Agar bisa turut
bermain di lapangan, banyak perusahaan memperoleh dan dioperasikan oleh,
teknologi informasi.
Teknologi informasi (TI) didefinisikan sebagai
kumpulan teknologi masing-masing komponen yang biasanya diatur dalam
komputer berbasis sistem informasi. Komputer adalah alat yang ampuh
untuk mengumpulkan, memanipulasi, dan mendistribusikan informasi.. Kita
harus memahami teknologi informasi dan potensinya, karena telah menjadi
sebuah kebutuhan untuk pertumbuhan pribadi dan profesional. Teknologi
informasi telah mengubah kehidupan kita dan akan terus memainkan bagian
yang lebih besar dari kehidupan kita sehari-hari. Perusahaan harus titik
fokus pada strategi mereka dan di atas tekanan bisnis. Dengan pasar
yang kompetitif sangat besar, organisasi terus-menerus mencari
terobosan-terobosan yang akan memberikan mereka sebuah keuntungan dari
pesaing mereka.. IT membantu organisasi dalam banyak hal, seperti
keputusan strategis, ketepatan waktu, dan kehandalan. Sistem TI
memungkinkan manajemen untuk meningkatkan kecepatan pengambilan
keputusan, pelaksanaan strategi cepat, yang mengubah hubungan antara
pelanggan dan pemasok yang dapat secara drastis meningkatkan produksi
dan pasar peringkat. Untuk membantu tugas-tugas yang kompleks
peningkatan tersebut, sistem informasi manajemen yang akses, mengatur,
dan menampilkan informasi kepada para manajer, adalah sebuah sistem yang
memainkan peran utama dalam posisi manajer. SIM mempersiapkan laporan
dengan mengolah informasi dari database organisasi. SIM membantu dalam
banyak fungsi-fungsi seperti perkiraan masa depan penjualan, laporan
terjadwal, dan ringkasan dari produksi harian.Banyak tanggung jawab yang
terjadi sehari-hari, seperti mengeluarkan gaji, penataan kembali
persediaan bila diperlukan, mencatat catatan pelayaran, dan membayar
utang dagang, adalah semua transaksi bisnis dasar yang diproses oleh
sistem pengolahan transaksi. Dengan ketepatan waktu ini transaksi,
organisasi sekarang dapat berkonsentrasi pada yang lebih besar non-tugas
berulang. Banyak mungkin bertanya-tanya apakah akan sulit untuk membuat
informasi ini karena informasi yang berbeda dalam divisi yang berbeda
dari organisasi ', dan bagaimana satu divisi divisi lain memperoleh
informasi? Sebuah organisasi memiliki departemen utama seperti
Akuntansi, Keuangan, Sistem Informasi, dan Manajemen Sumber Daya
Manusia.Masing-masing departemen memiliki sistem informasi di sana
sendiri yang terdiri dari beberapa program aplikasi spesifik dirancang
untuk memenuhi kebutuhan departemen.Tanaman sistem informasi adalah
suatu sistem yang menggabungkan semua aplikasi dan menyediakan
departemen komunikasi di antara tanaman.Teknologi manajemen kemudian
diimplementasikan ke dalam perusahaan dan sekarang menggunakan sebuah
sistem manajemen dokumen online. Perangkat lunak ini menciptakan gambar
dari W-4 bentuk dan resume.
2.9. Teknologi Informasi Dalam Business Devolepment Centre
Dalam
era globalisasi yang semakin menguat, penguasaan terhadap Teknologi
Komunikasi dan Informasi (Information Communication Technology)
merupakan keharusan yang tak lagi bisa ditawar. Tidak mengherankan, bila
teknologi yang juga menjadi penopang globalisasi ini mengalami
perkembangan yang luar biasa pesat. Dalam pengembangan usaha, teknologi
informasi memberikan dampak yang sangat besar baik dalam pengembangan
produk dan layanan, baik dalam hal jumlah, kualitas, serta mobilitas.
Berkat teknologi informasi, produk bukan hanya berkualitas lebih bagus
tetapi juga lebih efisien dan mudah dijangkau beragam kalangan.
Mempertimbangkan
begitu pentingnya teknologi dan informasi, sudah waktunya bagi koperasi
untuk menyiapkan diri dan menggunakan momen perkembangan teknologi ini
bagi kepentingan usaha. Karena bila tidak, koperasi akan kehilangan
kesempatan, tidak berkembang, dan semakin terisisih dalam persaingan dan
berhadapan dengan pengusaha besar yang sangat sigap mengakses dan
mengembangkan IT sebagai basis bagi percepatan dan pengembangan usaha
mereka.
Banyak keuntungan yang diperoleh BDC berbasis IT, baik pada
level koperasi, UMKM, bahkan di kalangan NGO (sebagai upaya fund
raising). Di tingkat nasional atau koperasi sekunder, BDC dapat
dikembangkan dalam bentuk layanan bisnis berbasis IT (seperti, data
bank, e-commerce, m-commerce), layanan konsultasi, training
kewirausahaan berbasis IT, penanganan program kunjungan (exposure
visits) bisnis dalam rangka memperluas perspektif bisnis dan
meningkatkan ketrampilan, negoisasi untuk meningkatkan posisi tawar
dalam kompetisi pasar, pemasaran produk dan layanan (e-commerce,
wholesaling, trade exhibits, showcase), pengembangan dan sertifikasi
produk, pengembangan jaringan dan advokasi, serta riset dan
pengembangan.
Di tingkat koperasi primer atau UMKM di tingkat
wilayah, BDC dapat dikembangkan dalam bentuk, antara lain; konseling
bisnis, pusat informasi bisnis dan sumberdaya, memberikan training
ketrampilan bisnis atau ICT untuk bisnis pada para pengusaha laki-laki
dan perempuan, layanan pemasaran, pengembangan produk dan control
kualitas, memberikan asistensi/konsultasi untuk mengurus bisnis
(mengurus ijin usaha, perencanaan bisnis, layanan pembukuan),
mengembangan “Pusat ICT” dengan dilengkapi fasilitas untuk kebutuhan
transaksi bisnis (seperti, telephone, mesin fax, mesin photocopy,
internet, computers, scanners, layanan printing, dll)
2.10. Mekanisme Sucure Electronic Transaction Dalam E-Commere
Standar
enkripsi yang digunakan dalam e-commerce pada saat ini adalah SET
(Secure Electronic Transaction). Selain digunakan untuk pembayaran
dengan credit card, SET juga digunakan untuk pembayaran dengan
smartcard. Dengan menggunakan SET, kerahasiaan informasi customer
(berupa nama dan nomor kartunya) bisa dijaga. SET juga bisa menjaga
autotentifikasi atau identitas penjual dan customer, sehingga tidak bisa
disalahgunakan oleh sembarang orang. SET menggunakan suatu kriptografi
khusus yang dinamakan asymmetric cryptography untuk menjamin keamanan
suatu transaksi. Asymmetric cryptography ini juga disebut dengan nama
Public-key Cryptography. Enkripsi ini menggunakan dua kunci/key (yaitu
kode), satu kunci digunakan untuk meng-enkripsi data, dan kunci lainnya
untuk men-dekripsi data tersebut. Kedua kunci tersebut terhubung secara
matematis dengan rumus tertentu, sehingga data yang telah di-enkripsi
oleh suatu kunci hanya bisa di-dekripsi dengan menggunakan kunci
pasangannya. Setiap user mempunyai dua kunci, yaitu puclic key dan
private key. User dapat menyebarkan public key secara bebas. Karena
adanya hubungan yang khusus antara kedua kunci, user dan siapa pun yang
menerima public key tersebut mendapat jaminan bahwa data yang telah
dienkripsi dengan suatu public key dan dikirimkan ke user hanya bisa
didekripsi oleh private key. Keamanan ini terjamin selama user dapat
menjaga kerahasiaan private key. Pasangan key ini harus dibuat secara
khusus oleh user. Algoritma yang biasanya digunakan untuk pembuatan key
adalah algoritma RSA (dinamakan berdasarkan inisial pembuatnya, yaitu :
Rivest, Shamir, dan Adleman). Artinya, suatu pihak pengelola e-commerce
yang menggunakan SET, harus membuat pasangan key khusus untuk webnya.
Public key akan disebarkan, dan hal ini biasanya dilakukan melalui
penyebaran web browser. Public key disertakan secara gratis untuk setiap
web browser, dan telah tersedia jika browser tersebut diinstall.
Private key, pasangan untuk pasangan public key tersebut disimpan oleh
pengelola e-com. Jika pembeli menggunakan browser untuk mengirim form
transaksi, pembeli tersebut akan menggunakan public key yang telah
tersedia di web browsernya. Orang lain yang tidak mempunyai private key
pasangannya, tidak akan bisa men-dekripsi data form yang dikirim dengan
public key tersebut. Setelah data sampai ke pengelola e-com, data
tersebut akan di-dekripsi dengan menggunakan private key. Artinya, hanya
pengelola e-com yang bisa mendapatkan data itu dalam bentuk yang
sebenarnya, dan data identitas serta nomor kartu kredit customer tidak
akan jatuh ke tangan yang tidak berhak.
Kesimpulan
Persaingan bisnis yang semakin ketat di era globalisasi
menuntut perusahaan untuk menyusun kembali strategi dan taktik
bisnisnya. Teknologi Informasi sebagai tulang punggung manajemen supply
chain, konsep manajemen supply chain tidak dapat dipisahkan dari
perkembangan teknologi informasi (TI). Konsep menajemen supply chain
memperlihatkan adanya proses ketergantungan antara berbagai perusahaan
yang terkait di dalam sebuah system bisnis. Semakin banyak perusahaan
yang terlibat dalam rantai tersebut, akan semakin kompleks strategi
pengelolaan yang perlu dibangun. Dalam konteks bisnis, internet membawa
dampak transpormasional yang
menciptakan paradigma baru dalam
berbisnis, berupa digital marketing atau nternet marketing (cyber
marketing, electronic marketing). Istilah internetisasi mengacu pada
proses sebuah perusahaan terlibat dalam aktivitas-aktivitas bisnis
secara elektronik (e-commerce atau e-bisnis), khususnya dengan
memanfaatkan internet sebagai media, pasar, maupun infrastruktur
penunjang.